Home Kabar Daerah Aksi Buruh PT Starcom Memuncak, Penolakan PHK Sepihak Berujung Ketegangan

Aksi Buruh PT Starcom Memuncak, Penolakan PHK Sepihak Berujung Ketegangan

43
0
SHARE

SUKABUMI – targetperistiwa.my,id // Gelombang penolakan terhadap kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak menggema di kawasan industri Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa (17/03/2026). Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) bersama karyawan PT Starcom turun ke jalan, menuntut kejelasan dan pemenuhan hak pekerja.

Aksi yang dipusatkan di depan gerbang perusahaan di Kampung Angkrong, Desa Sundawenang itu diikuti sekitar 400 orang. Massa tidak hanya berasal dari internal perusahaan, tetapi juga mendapat dukungan dari buruh lintas perusahaan di wilayah Cibadak.

Tuntutan utama yang disuarakan yakni penghentian PHK sepihak serta penolakan kebijakan “no work, no pay” yang dinilai merugikan pekerja. Buruh mendesak agar setiap kebijakan ketenagakerjaan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di tengah tekanan massa, perwakilan serikat buruh sempat melakukan perundingan tertutup dengan pihak manajemen perusahaan. Proses negosiasi turut difasilitasi unsur DPC dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat, namun berlangsung alot tanpa titik temu yang jelas.

Salah satu pekerja yang terdampak, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk akumulasi kekecewaan buruh setelah berbagai upaya mediasi sebelumnya tidak membuahkan hasil.

> “Kami hanya menuntut hak kami dipenuhi. Kalau pun ada PHK, harus sesuai aturan. Tapi kami berharap tidak ada PHK dan kami bisa kembali bekerja,” ujarnya

Data yang dihimpun menyebutkan, jumlah tenaga kerja di PT Starcom mencapai sekitar 650 karyawan tetap, ditambah sekitar 100 pekerja kontrak serta tenaga outsourcing.

Ketegangan sempat memuncak setelah hasil negosiasi disampaikan kepada massa. Buruh menilai belum ada solusi konkret, sehingga memicu reaksi penolakan dari peserta aksi. Meski situasi sempat memanas di tengah terik siang hari dan suasana Ramadan 1447 Hijriah, kondisi akhirnya dapat dikendalikan.

Hingga aksi berakhir, belum ada keputusan final yang disepakati kedua belah pihak. Para buruh menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga hak-hak mereka dipenuhi dan kepastian kerja kembali didapat.

 

Reporter: