Home Kabar Daerah Warga Girijaya Sampaikan Aspirasi Terkait Operasional SPPG, Soroti Kualitas layanan dan Pengelolaan Lingkungan

Warga Girijaya Sampaikan Aspirasi Terkait Operasional SPPG, Soroti Kualitas layanan dan Pengelolaan Lingkungan

27
0
SHARE
Warga Girijaya Sampaikan Aspirasi Terkait Operasional SPPG, Soroti Kualitas layanan dan Pengelolaan Lingkungan

Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Cireundeu Bersatu (FORMACI) menggelar aksi damai di kawasan Cireundeu, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah setempat.

Kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, TNI, serta unsur Muspika Kecamatan Nagrak. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pihak pengelola SPPG.

Tokoh masyarakat Girijaya, Apih Endin, mengungkapkan bahwa berbagai keluhan sebenarnya telah beberapa kali disampaikan kepada pengelola. Namun, menurutnya, hingga saat ini masyarakat belum memperoleh penjelasan maupun tindak lanjut yang dianggap memadai.

"Kami datang untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Harapan kami sederhana, yakni adanya respons dan komunikasi yang baik dari pihak pengelola terhadap berbagai persoalan yang dirasakan warga," ujarnya di sela aksi.

Salah satu isu yang menjadi sorotan warga adalah dugaan dampak lingkungan dari aktivitas dapur SPPG. Masyarakat mengeluhkan saluran pembuangan air yang disebut menimbulkan aroma kurang sedap di sekitar permukiman.

Selain itu, warga juga menyoroti kualitas makanan yang disalurkan kepada para peserta program MBG. Beberapa laporan yang diterima masyarakat menyebutkan adanya buah yang kurang segar hingga menu makanan yang dinilai perlu dievaluasi agar kualitas layanan kepada siswa semakin baik.

Menurut Apih Endin, masyarakat mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak. Namun, pelaksanaan program di lapangan juga harus diimbangi dengan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan.

"Kami mendukung program pemerintah ini. Yang kami inginkan adalah kualitas pelayanan yang lebih baik sehingga manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat," katanya.

Dalam aksi tersebut, warga juga mempertanyakan minimnya keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan bahan baku untuk kebutuhan dapur SPPG. Mereka berharap potensi ekonomi masyarakat sekitar dapat diberdayakan melalui kemitraan yang lebih terbuka dan berkeadilan.

Hal senada disampaikan Ketua Cabang PGRI Girijaya, H. Surya. Ia menilai evaluasi terhadap kualitas makanan perlu dilakukan secara langsung dengan melibatkan para siswa sebagai penerima manfaat program.

Menurutnya, masukan dari peserta didik dapat menjadi bahan pertimbangan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan dan memastikan makanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta harapan penerima manfaat.

Selain persoalan kualitas makanan dan pelibatan UMKM, sejumlah peserta aksi turut menyoroti aspek administrasi, transparansi pengelolaan, hingga sistem pengolahan limbah dapur yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih serius.

Massa aksi juga meminta pihak pengelola SPPG maupun yayasan yang menaungi kegiatan tersebut untuk membuka ruang komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap keberlangsungan program MBG.

Sepanjang kegiatan berlangsung, aspirasi disampaikan secara terbuka namun tetap dalam suasana kondusif. Warga berharap seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait untuk melakukan perbaikan di berbagai aspek operasional.

Hingga aksi berakhir, belum terdapat keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG yang menjadi sasaran penyampaian aspirasi. Meski demikian, masyarakat berharap dialog yang konstruktif dapat segera dilakukan agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara terbuka demi keberlanjutan program yang memberikan manfaat bagi peserta didik dan masyarakat luas.

Asep lodaya