Home Kabar Daerah Tragedi Jembatan Cibodas Sukabumi:Satu Keluarga Terjatuh ke Sungai, Warga Desak Perbaiki Segera

Tragedi Jembatan Cibodas Sukabumi:Satu Keluarga Terjatuh ke Sungai, Warga Desak Perbaiki Segera

76
0
SHARE
Tragedi Jembatan Cibodas Sukabumi:Satu Keluarga Terjatuh ke Sungai, Warga Desak Perbaiki Segera

Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI – Kondisi memprihatinkan Jembatan Gantung Cibodas di Kabupaten Sukabumi akhirnya memakan korban. Satu keluarga dilaporkan terjatuh ke dasar sungai sedalam kurang lebih 8 meter setelah bagian lantai jembatan mengalami kerusakan saat dilintasi sepeda motor, Jumat malam (15/05/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa yang terjadi di perbatasan Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Curugkembar itu langsung mengundang perhatian masyarakat luas setelah videonya viral di media sosial pada Minggu (17/05/2026). Warga pun kembali menyoroti kondisi jembatan yang selama bertahun-tahun dinilai membahayakan keselamatan pengguna.

Korban diketahui bernama Yono Sutrisno, seorang guru honorer di SMPN 2 Cidadap. Saat kejadian, Yono tengah membonceng istri serta dua anaknya menggunakan sepeda motor Honda Beat dari arah Kampung Naringgul, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar menuju Kampung Ancaen, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sagaranten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan yang mengguyur kawasan tersebut membuat permukaan jembatan menjadi licin. Saat melintas, sepeda motor yang dikendarai korban diduga tergelincir dan tersangkut di bagian lantai jembatan yang telah rusak.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cidadap, Yandi, menjelaskan bahwa korban sempat terjepit sebelum akhirnya kayu penyangga patah dan seluruh anggota keluarga terjatuh ke bawah.

“Motor tergelincir lalu tersangkut di celah lantai jembatan yang sudah bolong. Korban sempat tertahan, namun kayu penyangga patah sehingga semuanya terjatuh ke dasar sungai,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Yono mengalami patah tulang pada bagian kaki, sementara istri dan kedua anaknya mengalami luka-luka serta trauma. Warga sekitar segera melakukan evakuasi darurat dan membawa para korban untuk mendapatkan penanganan medis.

Jembatan Gantung Cibodas sendiri merupakan akses vital penghubung antara wilayah Kecamatan Cidadap dan Curugkembar. Jembatan sepanjang sekitar 20 meter itu disebut telah berdiri lebih dari 30 tahun dan mengalami kerusakan cukup parah selama belasan tahun terakhir.

Warga mengaku selama ini terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan kayu dan bambu agar jembatan tetap bisa dilalui, terutama oleh pelajar dan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.

Tokoh masyarakat setempat, Sarip, mengungkapkan bahwa jika jembatan tersebut tidak segera diperbaiki, aktivitas warga akan terganggu karena harus memutar melalui jalur yang jauh lebih panjang.

“Kalau jembatan ini tidak bisa dipakai lagi, masyarakat harus memutar cukup jauh. Itu tentu memberatkan, baik dari sisi biaya maupun waktu tempuh,” katanya.

Masyarakat juga menyoroti usulan perbaikan yang disebut telah beberapa kali diajukan kepada pemerintah daerah, namun hingga kini belum terealisasi secara permanen. Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah agar pembangunan jembatan segera dilakukan demi keselamatan masyarakat.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok, khususnya fasilitas umum yang menjadi akses utama aktivitas warga sehari-hari.

Asep lodaya