Home Pemerintah Reses DPRD di Pondokkaso Landeuh, Warga Sampaikan Aspirasi Longsor, Infrastruktur hingga Koperasi Desa Merah Putih

Reses DPRD di Pondokkaso Landeuh, Warga Sampaikan Aspirasi Longsor, Infrastruktur hingga Koperasi Desa Merah Putih

40
0
SHARE
Reses DPRD di Pondokkaso Landeuh, Warga Sampaikan Aspirasi Longsor, Infrastruktur hingga Koperasi Desa Merah Putih

Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI – Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat menjadi sorotan dalam kegiatan Reses II Tahun Sidang 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Teddy Setiady, yang dilaksanakan di Sekretariat RW 08 Kampung Ciutara RT 20, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut dihadiri ratusan warga. Momentum reses dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan pembangunan yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PAC Gerindra Kecamatan Parungkuda Endru, Kepala Desa Pondokkaso Landeuh Ujang beserta jajaran pemerintah desa, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para Ketua RT dan RW.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan penanganan wilayah rawan longsor, pembangunan dan perbaikan infrastruktur lingkungan, peningkatan penerangan jalan umum, hingga penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti keberlangsungan Program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah menjadi perhatian di berbagai daerah. Warga berharap program tersebut dapat berjalan sesuai regulasi, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan, Teddy Setiady menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota legislatif untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Menurutnya, seluruh usulan yang disampaikan warga akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan dalam proses perencanaan pembangunan daerah sesuai mekanisme yang berlaku.

“Melalui reses ini kami dapat mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. Semua aspirasi yang disampaikan, baik terkait penanganan longsor, pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat, akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujar Teddy.

Ia menambahkan, pembangunan yang efektif harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, komunikasi antara warga dan wakil rakyat perlu terus dijaga agar program pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Teddy juga mengungkapkan bahwa sejumlah aspirasi warga Desa Pondokkaso Landeuh yang pernah disampaikan pada kesempatan sebelumnya telah berhasil direalisasikan. Beberapa di antaranya berupa pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), pembangunan jalan lingkungan, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Alhamdulillah, beberapa usulan masyarakat yang sebelumnya disampaikan telah terealisasi dan saat ini sudah dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat lainnya,” katanya.

Terkait Program Koperasi Desa Merah Putih, Teddy menjelaskan bahwa kebijakan dan regulasi program tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, sementara pelaksanaannya melibatkan berbagai tingkatan pemerintahan hingga ke desa.

Meski demikian, ia menilai masukan dan harapan masyarakat terkait transparansi serta tata kelola program perlu menjadi perhatian semua pihak agar pelaksanaannya berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin kuat antara masyarakat dan wakil rakyat. Dengan demikian, berbagai kebutuhan pembangunan di Desa Pondokkaso Landeuh dapat diperjuangkan secara bertahap dan direalisasikan berdasarkan skala prioritas pembangunan daerah.

Reses ini sekaligus menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sehingga arah pembangunan yang dijalankan pemerintah dapat lebih responsif, merata, dan sesuai dengan kebutuhan warga di tingkat akar rumput.

Asep lodaya