KOTABARU, KALSEL – Masyarakat Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, menggelar tradisi adat bewadai sebagai bentuk rasa syukur atas tanaman padi yang mulai menunjukkan hasil menggembirakan atau memasuki fase beampar.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Balai Buntar, dimulai pada Rabu malam (1/4/2026) hingga Kamis pagi (2/4/2026). Prosesi adat dipimpin langsung oleh balian Durabil dan dihadiri sekitar 20 undangan yang berasal dari berbagai dusun di wilayah setempat.
Tradisi bewadai merupakan warisan leluhur yang hingga kini masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Ritual ini menjadi simbol ungkapan terima kasih kepada alam serta penghormatan kepada para leluhur yang diyakini telah memberikan keberkahan bagi hasil pertanian.
Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga diiringi dengan doa bersama agar hasil panen ke depan semakin melimpah serta terhindar dari serangan hama maupun bencana yang dapat mengganggu produktivitas pertanian.
Pelaksanaan tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai kearifan lokal serta kebersamaan masyarakat Desa Bangkalaan Dayak dalam menjaga budaya dan keberlangsungan sektor pertanian sebagai sumber utama penghidupan.MY









LEAVE A REPLY