Lombok Tengah, NTB — Kerusakan infrastruktur jalan kembali terjadi akibat aktivitas kendaraan angkutan barang bermuatan berlebih. Kali ini, kondisi tersebut dikeluhkan warga di Desa Repok, Lingkungan Monton Rapi, Kelurahan Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, yang terdampak langsung oleh lalu lintas truk pengangkut gabah diduga overload.
Berdasarkan pantauan di lapangan, badan jalan mengalami keretakan cukup parah di sejumlah titik, bahkan sebagian terlihat ambles. Kerusakan tersebut diduga akibat tekanan berlebih dari kendaraan berat yang melintas secara berulang. Salah satu truk dengan nomor polisi EA 8112 WB tampak membawa muatan gabah dengan volume yang melebihi batas wajar, baik dari sisi berat maupun tinggi angkutan.
Kondisi ini memicu keresahan warga setempat. Jalan yang sebelumnya menjadi akses vital kini berubah menjadi jalur rawan yang membahayakan pengguna serta menghambat aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Setiap hari kami melintas di sini. Sekarang jalannya rusak dan berisiko. Aktivitas kami jelas terganggu,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua BAI sekaligus Koordinator MBS, H. Sujayadi, menilai praktik kendaraan bermuatan berlebih tidak bisa lagi ditoleransi. Ia menegaskan bahwa dampak yang ditimbulkan bukan hanya pelanggaran aturan, melainkan juga merugikan masyarakat secara luas.
“Ini harus segera ditindak. Kami mendesak Dinas Perhubungan bersama aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk melakukan penertiban terhadap kendaraan overload,” tegasnya.
Selain penindakan, ia juga mendorong pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak serta memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya yang melintas di jalur-jalur desa.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait, guna mencegah kerusakan infrastruktur yang lebih luas sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan di wilayah tersebut.(Red)










LEAVE A REPLY