Home Spiritual Oki Prasetiawan, S.M,. S.H,. M.H,. CLMA dan Dr. KH. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., MBA:Menelisik Nilai Sosial dan Spritual di Balik Kesucian Air Kahuripan Raden K.H.Syekh Boros Ngora

Oki Prasetiawan, S.M,. S.H,. M.H,. CLMA dan Dr. KH. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., MBA:Menelisik Nilai Sosial dan Spritual di Balik Kesucian Air Kahuripan Raden K.H.Syekh Boros Ngora

93
0
SHARE
Oki Prasetiawan, S.M,. S.H,. M.H,. CLMA dan Dr. KH. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., MBA:Menelisik Nilai Sosial dan Spritual di Balik Kesucian Air Kahuripan Raden K.H.Syekh Boros Ngora

Targetperistiwa.my.id //.SUKABUMI – Di bawah naungan pohon tua yang rindang dan teduh, berdirilah sebuah saung bambu sederhana yang memancarkan kesan kesucian dan kesederhanaan yang mendalam, tepat di hadapan mata air yang dikenal luas sebagai Air Kahuripan Raden K.H. Syekh Boros Ngora. Lokasi ini bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga merupakan lambang kesalehan dan perjuangan penyebaran ajaran Islam yang senantiasa dihormati dan diagungkan oleh masyarakat hingga saat ini. Suasana di tempat ini terasa begitu sejuk dan menenangkan hati, bukan hanya karena hembusan angin yang lembut menyapa permukaan air yang jernih dan tenang, melainkan juga karena hadirnya nuansa kerohanian yang kental, seolah rahmat dan ketenangan Ilahi senantiasa menyelimuti setiap jengkal tanah dan air yang ada di sana.

Di sudut saung bambu yang asri dan sederhana itu, dua tokoh yang memiliki wawasan luas serta kedalaman ilmu di bidangnya masing-masing duduk bersila dengan penuh sopan santun dan kerendahan hati. Mereka adalah Oki Prasetiawan, S.M., S.H., M.H., CLMA, seorang ahli hukum yang senantiasa merajut keselarasan antara kaidah hukum positif, nilai sejarah, dan prinsip-prinsip keagamaan, serta Dr. KH. Another Hapin Nurgus, S.H., M.H., MBA, seorang ulama sekaligus akademisi yang memiliki pandangan mendalam mengenai hubungan timbal balik antara syariat Islam, tatanan sosial, dan sistem hukum dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah suasana yang penuh ketenangan dan kesungguhan hati, keduanya menggelar perbincangan yang mendalam dan bermakna, menyoroti berbagai dinamika sosial serta dimensi spiritualitas keagamaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan makna dan eksistensi tempat-tempat yang dianggap suci serta penuh berkah seperti lokasi yang sedang mereka kunjungi.

Jejak Sejarah dan Hakikat Kesucian dalam Bingkai Iman

Pembicaraan dibuka dengan menelusuri makna mendasar dari keberadaan Air Kahuripan Raden K.H. Syekh Boros Ngora, yang bagi masyarakat setempat dan para peziarah bukan hanya sekadar sumber air, melainkan juga menjadi saksi bisu perjuangan dakwah yang dibangun di atas landasan ketakwaan dan keikhlasan jiwa. Oki Prasetiawan menyampaikan pandangannya dengan memadukan tinjauan yuridis, historis, serta nilai-nilai ilahiah yang tersirat di dalamnya.

"Apabila kita meninjau dari sudut pandang sejarah dan warisan budaya, tempat ini memegang kedudukan yang sangat penting dan strategis sebagai bukti otentik perjalanan penyebaran agama Islam yang membawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan bagi masyarakat di masa lalu maupun masa kini. Dalam kerangka sistem hukum yang berlaku di negara kita, pelestarian dan perlindungan terhadap tempat suci serta peninggalan tokoh agama juga telah diatur secara jelas dengan tujuan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya senantiasa terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Namun dalam penerapannya di lapangan, hal ini sering kali berhadapan dengan berbagai dinamika yang beragam dan kompleks, yang pada hakikatnya menjadi sarana bagi kita untuk menguji tingkat pemahaman dan kesadaran kita dalam menghormati warisan para leluhur yang penuh berkah ini," papar Oki. Ia menambahkan, keberadaan tempat keramat seperti ini merupakan titik temu yang istimewa dan berharga antara keyakinan spiritual yang bersumber dari wahyu Ilahi, warisan sejarah yang wajib dijaga dengan penuh tanggung jawab, serta kepentingan bersama yang senantiasa harus diarahkan untuk mencapai tujuan yang diridhai oleh Allah SWT.

Menyambut pemikiran tersebut, Dr. KH. Another Hapin Nurgus mengemukakan pandangannya dengan dilandasi dalil-dalil al-Qur'an dan as-Sunnah serta pengalaman keilmuan yang luas, sambil sesekali menatap ke arah aliran air yang tenang dan jernih seolah sedang merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah yang tersirat di dalamnya. Menurutnya, kesucian dan kesakralan suatu tempat tidak semata-mata terletak pada benda atau lokasinya, melainkan lebih kepada kemurnian niat dan ketulusan hati para tokoh yang pernah mengabdikan diri dan menegakkan ajaran agama di sana, serta pada kesadaran masyarakat yang senantiasa menjaga kehormatannya dengan penuh iman dan takwa hingga saat ini.

"Sejak masa-masa awal penyebaran agama Islam di tanah air, para ulama dan tokoh penyebar dakwah senantiasa menyampaikan ajaran Allah SWT dengan pendekatan yang penuh hikmah, kelembutan, dan kasih sayang. Mereka tidak hanya mengajarkan hukum-hukum syariat secara tekstual dan kaku, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang selaras dengan fitrah manusia serta kebiasaan baik yang telah tumbuh dan mengakar di hati masyarakat setempat. Oleh karena itu, tempat-tempat seperti Air Kahuripan Raden K.H. Syekh Boros Ngora ini tidak hanya dianggap sebagai situs sejarah semata, tetapi juga dijadikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, tempat menumpahkan segala harapan dan doa, serta menjadi sumber ketenangan jiwa bagi siapa saja yang datang berkunjung dengan hati yang bersih dan niat yang tulus," jelas Dr. Hapin. Ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, menghormati peninggalan orang-orang saleh dan para leluhur adalah perbuatan yang terpuji dan diperbolehkan, bahkan sangat dianjurkan, selama hal tersebut tidak disalahartikan atau disalahgunakan menjadi bentuk penyembahan kepada selain Allah maupun perbuatan lain yang bertentangan dengan prinsip dasar ketauhidan dan kemurnian ajaran syariat Islam.

Dinamika Sosial: Antara Pelestarian Tradisi dan Tantangan Zaman

Pembahasan selanjutnya diarahkan untuk menelaah dinamika kehidupan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar kawasan tempat keramat ini. Oki Prasetiawan mengemukakan hasil pengamatannya bahwa di tengah arus perubahan zaman yang berjalan sangat cepat dan penuh tantangan, lokasi seperti Air Kahuripan sering kali menjadi titik pertemuan bagi berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang budaya, pendidikan, dan tujuan yang sangat beraneka ragam. Ada yang datang semata-mata untuk melaksanakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, ada yang mencari ketenangan hati dan jiwa dari kesibukan dunia yang melalaikan, hingga ada pula yang melihatnya dari sisi potensi pengembangan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga dan mengedepankan nilai-nilai kesucian yang ada di dalamnya.

"Di satu sisi, keberagaman tujuan dan minat masyarakat yang datang ke tempat ini menunjukkan bahwa lokasi ini masih memiliki daya tarik dan makna yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat masa kini, baik dari segi sosial maupun spiritual. Namun di sisi lain, keberagaman tersebut juga berpotensi menimbulkan berbagai perbedaan pandangan atau bahkan perselisihan kepentingan apabila tidak dikelola dengan penuh kebijaksanaan, kehati-hatian, dan kesadaran beragama yang tinggi. Sebagai contoh, bagaimana kita dapat menyeimbangkan kebutuhan untuk senantiasa menjaga kesucian dan ketenangan tempat ini dengan kebutuhan agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat diketahui, dipelajari, dan diambil manfaatnya oleh sebanyak mungkin orang dari berbagai kalangan? Ini merupakan sebuah tantangan nyata yang memerlukan pemikiran yang matang, kesatuan pandangan, serta landasan iman yang kokoh, baik dari pihak masyarakat maupun pengelola tempat ini," ujar Oki dengan nada bicara yang penuh pertimbangan dan kesungguhan hati.

Menyikapi persoalan tersebut, Dr. Hapin memandang bahwa berbagai dinamika sosial yang terjadi di masyarakat merupakan hal yang wajar dan merupakan bagian dari sunnatullah atau hukum alam dalam kehidupan manusia yang senantiasa berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu. Ia meyakini bahwa akar dari berbagai permasalahan yang sering muncul di tengah masyarakat sebenarnya bukan terletak pada tradisi atau tempatnya, melainkan lebih kepada tingkat pemahaman ajaran agama dan keikhlasan niat dari setiap individu maupun kelompok yang terlibat di dalamnya.

"Perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat kita tolak atau kita hindari, dan pola pikir serta perilaku masyarakat pun pasti akan mengalami perkembangan dan perubahan mengikuti arus tersebut. Akan tetapi, hal yang paling mendasar dan wajib kita jaga serta pertahankan dengan sekuat tenaga adalah esensi dan nilai-nilai luhur yang bersumber dari ajaran Allah SWT, yang menjadi landasan utama dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Apabila tradisi ziarah atau kunjungan ke tempat keramat ini dilakukan dengan pemahaman yang benar dan niat yang ikhlas, yaitu semata-mata sebagai sarana untuk mengenang keteladanan para ulama dan orang saleh, meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kepada Allah, serta mempererat tali persaudaraan sesama umat manusia, maka dampaknya akan sangat positif bagi terciptanya keharmonisan sosial dan ketenangan jiwa. Sebaliknya, apabila tradisi tersebut dijalankan dengan pemahaman yang keliru atau hanya bertujuan untuk mencari keuntungan materi semata, maka hal itu dapat menjadi sumber kerusakan dan kehancuran tatanan sosial serta penurunan kualitas keimanan masyarakat," tegas Dr. Hapin dengan penjelasan yang tegas namun tetap lembut dan penuh kasih sayang.

Ia juga menambahkan bahwa peran para pemuka agama dan tokoh masyarakat sangatlah penting dan strategis dalam membimbing pemahaman serta perilaku masyarakat, agar setiap tradisi dan kebiasaan yang tumbuh dan berkembang di lingkungannya senantiasa selaras dengan tuntunan ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan yang mulia. Dengan demikian, akan tercipta kehidupan sosial yang damai, rukun, dan penuh berkah, serta senantiasa mendapat ridha dan perlindungan dari Allah SWT.

Spiritualitas: Keseimbangan Antara Kesucian Hati dan Perilaku Mulia

Menjelang penutupan perbincangan yang penuh makna dan kesan mendalam tersebut, pembahasan diarahkan untuk mengupas tuntas aspek spiritualitas yang merupakan inti dan jiwa dari keberadaan tempat suci seperti Air Kahuripan Raden K.H. Syekh Boros Ngora. Bagi Oki Prasetiawan, di tengah kehidupan dunia yang sering kali dipenuhi dengan kesibukan, persaingan, dan kebisingan yang melalaikan, tempat seperti ini menjadi oase rohani yang sangat berharga, yang menyediakan ruang bagi setiap orang untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia, merenungkan hakikat kehidupan yang sebenarnya, dan kembali menyadari tujuan utama penciptaan manusia, yaitu semata-mata untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT.

"Sering kali kita terlalu sibuk mengurus berbagai urusan duniawi dan mengejar kepentingan pribadi semata, hingga lupa dan melalaikan kebutuhan jiwa serta kerohanian kita yang paling hakiki dan mendasar. Keberadaan tempat suci ini mengingatkan kita bahwa ada nilai yang jauh lebih tinggi, lebih agung, dan kekal abadi, yang melampaui segala kepentingan sesaat serta kemewahan dunia yang sifatnya fana dan sementara. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip hukum dan nilai moral yang bersumber dari wahyu Ilahi, yang mengajarkan kita untuk senantiasa menjaga keseimbangan dalam segala tindakan, berlaku adil dan jujur kepada sesama makhluk, serta memiliki rasa tanggung jawab yang besar kepada Allah, alam semesta, dan sesama manusia," ujar Oki dengan nada bicara yang tulus dan menyentuh hati.

Dr. Hapin menyatakan persetujuannya sepenuhnya terhadap pandangan yang disampaikan tersebut. Baginya, spiritualitas yang sejati dan hakiki tidak hanya tampak terlihat ketika seseorang berada di tempat suci atau sedang melaksanakan ibadah khusus semata, tetapi ia harus tercermin secara nyata dan konsisten dalam sikap, tutur kata, serta seluruh perilaku sehari-hari seseorang di tengah kehidupan bermasyarakat.

"Kesucian hati dan ketakwaan kepada Allah SWT harus menjadi cerminan yang nyata dan terbukti dalam cara kita berkomunikasi, bertindak, dan berinteraksi dengan sesama makhluk Allah. Air di tempat ini disebut sebagai Air Kahuripan, yang mengandung makna yang sangat dalam sebagai sumber kehidupan yang memberi manfaat dan kesegaran bagi siapa saja yang memanfaatkannya. Demikian pula halnya, nilai-nilai luhur yang ditinggalkan oleh para leluhur kita haruslah menjadi sumber kehidupan rohani yang menyejukkan hati dan pikiran bagi siapa saja, menumbuhkan rasa kasih sayang yang mendalam, sikap toleransi yang luas, dan semangat kerja sama yang tulus demi tercapainya kebaikan bersama. Apabila kunjungan ke tempat suci ini mampu membimbing dan menggerakkan hati seseorang untuk menjadi pribadi yang semakin baik, semakin bertakwa, dan semakin bermanfaat bagi lingkungan serta sesamanya, maka fungsi serta makna spiritual dari tempat ini telah tercapai dengan sangat sempurna, dan insya Allah akan dicatat sebagai amal saleh yang mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT," tutup Dr. Hapin dengan penekanan yang lembut namun tegas, serta penuh harapan yang baik dan tulus.

Ketika senja mulai turun dan cahaya langit berubah menjadi kemerahan yang indah sebagai salah satu tanda kebesaran Allah di alam semesta, perbincangan yang mendalam dan penuh hikmah itu pun berakhir. Namun, pesan-pesan bijak serta nilai-nilai ilahiah yang terangkum dalam percakapan santai namun serius tersebut seolah-olah terus mengalir tanpa henti, layaknya aliran air di hadapan mereka—jernih, menyejukkan, dan penuh berkah, serta mengajarkan kita banyak hal tentang keseimbangan antara menjaga dan melestarikan warisan tradisi luhur, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang terarah dan positif, serta senantiasa memperkuat nilai-nilai spiritualitas dalam setiap aspek kehidupan. Di saung bambu sederhana yang penuh berkah itu, kedua tokoh pemikir telah menyampaikan sebuah pesan yang sangat mendasar dan penting: bahwa kesucian dan kesakralan bukanlah sekadar cerita atau legenda dari masa lalu, melainkan merupakan energi positif dan nilai rohani yang harus senantiasa dijaga, dihidupkan, dan disebarluaskan demi tercapainya kebaikan yang hakiki dan ridha dari Allah SWT.

Redaksi