Home Spiritual Nurdin Aliandi, Ketua Umum Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia (BAKRI): Melangkah di Jalan Kebenaran Ilahi dan Menjadikan Iman sebagai Sumber Kekuatan Sejati

Nurdin Aliandi, Ketua Umum Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia (BAKRI): Melangkah di Jalan Kebenaran Ilahi dan Menjadikan Iman sebagai Sumber Kekuatan Sejati

91
0
SHARE
Nurdin Aliandi, Ketua Umum Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia (BAKRI): Melangkah di Jalan Kebenaran Ilahi dan Menjadikan Iman sebagai Sumber Kekuatan Sejati

JAKARTA, 3 MEI 2026 – Dalam mengarungi samudera kehidupan yang penuh dengan gelombang tantangan dan cobaan, serta memikul tanggung jawab besar memperjuangkan keadilan dan kebenaran di tengah masyarakat, satu hal yang senantiasa dijadikan jangkar penahan dan penuntun arah bagi Nurdin Aliandi adalah keyakinan yang teguh dan iman yang kokoh kepada Allah SWT. Sebagai Ketua Umum Badan Advokasi Keadilan Rakyat Indonesia atau yang lebih dikenal dengan singkatan BAKRI, ia meyakini sepenuhnya bahwa tidak ada langkah yang teguh tanpa bimbingan Ilahi, dan tidak ada kesuksesan yang abadi tanpa ridha-Nya. Ia sering mengulang dan menghayati makna kalimat suci: “Tiada tempat berlindung dan tempat kembali selain kepada-Mu, ya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Baginya, seluruh perjalanan hidup dan perjuangan yang dijalani adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, serta membuktikan ketulusan hati dalam mengabdi dan menegakkan kebenaran.

Dalam perbincangan yang penuh keteduhan dan nuansa spiritual yang mendalam, Nurdin Aliandi mengungkapkan bahwa makna religius dalam kehidupannya adalah cahaya yang tak pernah padam, yang senantiasa menerangi setiap pikiran, perkataan, dan perbuatannya. Menurutnya, hidup di jalan Allah berarti menempatkan kehendak-Nya di atas segala kehendak manusia, serta meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik suka maupun duka, kemudahan maupun kesulitan, semuanya adalah ketetapan-Nya yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang luar biasa. Ia senantiasa mengingat dan menghayati firman Allah SWT: “Dan tidaklah Kami memberi cobaan kepadamu melainkan untuk meninggikan derajatmu dan membersihkan hatimu.” Kesadaran inilah yang menjadikannya sabar dalam menghadapi ujian, syukur dalam menerima nikmat, dan tetap rendah hati dalam memegang amanah. “Sering kali hati ini berbisik dalam doa yang sederhana namun penuh makna: ‘Ya Allah, jika apa yang aku sukai adalah baik bagiku, maka tetapkanlah ia, dan jika ia buruk bagiku, maka berikanlah ganti yang lebih baik di sisi-Mu.’ Kata-kata ini menjadi pegangan agar hati senantiasa tenang dan tidak gelisah oleh keadaan dunia yang sementara ini,” ungkapnya dengan nada bicara yang lembut namun menyentuh kalbu terdalam. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keyakinan diri yang sejati dan tidak mudah runtuh dihantam badai kehidupan hanyalah dapat lahir dan tumbuh subur di atas dasar keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Ia meyakini bahwa ketika seseorang meletakkan harapan dan ketergantungan sepenuhnya kepada Sang Pemilik Segala Kekuasaan, maka ia akan memiliki kekuatan batin yang luar biasa, keberanian yang tak tertandingi, dan ketabahan yang tak pernah patah. “Keyakinan diri yang saya miliki bukanlah karena merasa memiliki kemampuan atau kekuatan yang besar, melainkan semata-mata karena saya yakin dengan janji suci Allah yang tertulis dalam kitab-Nya: ‘Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.’ Ketika kita sadar bahwa kita sedang berjalan bersama-Nya dan mendapatkan perlindungan-Nya, maka tidak ada yang perlu ditakuti dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti firman-Nya: ‘Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.’ Ayat suci ini selalu menjadi sumber kekuatan dan semangat terbesar bagi saya dan seluruh jajaran di BAKRI dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami,” tegasnya dengan penuh keyakinan dan ketenangan yang terpancar dari wajahnya.

Sebagai pemimpin organisasi yang bergerak di bidang pembelaan hukum dan penegakan keadilan, Nurdin Aliandi juga menekankan bahwa nilai-nilai agama adalah pondasi utama yang sangat diperlukan untuk membangun kehidupan berbangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Ia mengingatkan akan sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahannya, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk yang dibawa olehku.” Baginya, prinsip keadilan yang sesungguhnya bersumber langsung dari ajaran agama, karena Allah SWT adalah Zat Yang Maha Adil lagi Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, ia selalu mengajak seluruh anggotanya serta masyarakat luas untuk senantiasa memperkuat hubungan dengan Allah, memperbaiki niat, dan menjadikan nilai-nilai luhur agama sebagai landasan dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. “Mari kita jadikan iman dan ketakwaan sebagai tameng kehidupan kita, serta jadikanlah setiap perbuatan baik sebagai bekal untuk perjalanan yang jauh dan abadi kelak. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuangan orang-orang yang berjuang demi kebenaran dan keadilan, dan pertolongan-Nya pasti akan datang pada saat yang tepat,” pesannya dengan penuh harapan dan ketulusan hati.

Di akhir perbincangan, Nurdin Aliandi kembali menegaskan tekad dan janjinya untuk senantiasa berjalan di atas jalan yang diridhai Allah, serta mengokohkan keyakinan diri dan seluruh anggotanya pada nilai-nilai Ilahi dalam setiap langkah perjuangan yang dijalankan. Ia menutup pembicaraannya dengan sebuah doa yang menyentuh hati dan menggetarkan jiwa: “Ya Allah, jadikanlah hati kami senantiasa bersyukur atas nikmat-Mu, sabar di bawah ujian-Mu, dan rendah hati di hadapan kebesaran-Mu. Luruskanlah langkah kami ke jalan yang Engkau ridhai, dan jadikanlah setiap tetes keringat dan usaha kami sebagai amal yang diterima di sisi-Mu serta menjadi saksi kebaikan bagi kami di hari yang tiada berguna harta dan keturunan kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.” Baginya, kehidupan di dunia ini hanyalah sementara, dan satu-satunya tujuan yang hakiki adalah meraih keridhaan Allah dan kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak.(red)