Home Pemerintah Kualitas Rekonstruksi Jalan Provinsi di Cikidang Dipertanyakan, Minim Pengawasan dan Diduga Tak Sesuai Prosedur

Kualitas Rekonstruksi Jalan Provinsi di Cikidang Dipertanyakan, Minim Pengawasan dan Diduga Tak Sesuai Prosedur

127
0
SHARE
Kualitas Rekonstruksi Jalan Provinsi di Cikidang Dipertanyakan, Minim Pengawasan dan Diduga Tak Sesuai Prosedur

Targetperistiwa.my.id // SUKABUMI ,29 April 2026 — Pekerjaan rekonstruksi perbaikan dan perawatan jalan provinsi di wilayah Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menuai sorotan. Proyek yang menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan ini diduga memiliki sejumlah kejanggalan, baik dari sisi teknis maupun prosedural.

Sebagaimana diketahui, Pemprov Jawa Barat tengah gencar melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai daerah guna menunjang konektivitas antarwilayah. Salah satunya adalah proyek rekonstruksi jalan provinsi yang menghubungkan Cibadak dengan Pelabuhan Ratu, yang merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Marco Wijaya Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp 34.218.123.180,00 dan masa pelaksanaan selama 195 hari kalender. Diharapkan, hasil pengerjaan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama yang kerap dilalui kendaraan bertonase besar.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, ditemukan sejumlah indikasi yang menimbulkan keraguan terhadap kualitas pekerjaan. Salah satu yang disorot adalah tidak tercantumnya nama konsultan pengawas pada papan informasi proyek, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam transparansi pelaksanaan pekerjaan.

Selain itu, dari aspek teknis, proses perbaikan jalan dinilai tidak memenuhi standar. Pada beberapa titik tambalan jalan berlubang, tidak terlihat penggunaan perekat (tack coat) sebagai pengikat material dasar, yang berpotensi memengaruhi daya tahan konstruksi jalan tersebut.

“Kami melihat pengerjaannya seperti ini, jadi wajar kalau kualitasnya dipertanyakan,” ujar salah satu sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh seorang pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut. Ia mengaku tidak mendapatkan informasi yang jelas terkait Rencana Anggaran Biaya (RAB) maupun volume pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Ya, kami yang mengerjakan juga merasa ragu dengan kualitasnya. Kami tidak diberi penjelasan rinci soal volume pekerjaan. Saya hanya menjalankan perintah di lapangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pekerja tersebut menyebut bahwa kondisi ini membuat hasil pekerjaan dinilai kurang maksimal, terlebih mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama dengan beban kendaraan berat yang tinggi.

Di sisi lain, awak media juga tidak menemukan adanya pengawas maupun penanggung jawab proyek yang berada di lokasi saat pekerjaan berlangsung. Padahal, kehadiran pihak pengawas sangat penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar yang telah ditetapkan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Marco Wijaya Mandiri maupun penanggung jawab lapangan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan masih belum membuahkan hasil.

Situasi ini menimbulkan harapan agar pihak terkait, termasuk instansi berwenang, segera melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat guna memastikan kualitas pekerjaan infrastruktur yang dibiayai oleh anggaran publik benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan. (Yong)