Home TNI Kontak Senjata di Maybrat, Dua Prajurit TNI AL Gugur dan Satu Kritis

Kontak Senjata di Maybrat, Dua Prajurit TNI AL Gugur dan Satu Kritis

39
0
SHARE
Kontak Senjata di Maybrat, Dua Prajurit TNI AL Gugur dan Satu Kritis

targetperistiwa.my.id // SORONG – Kabar duka cita datang dari Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, setelah dua prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) gugur dalam kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 07.00 WIT. Selain itu, satu prajurit lainnya mengalami kondisi kritis akibat insiden yang terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan.

Kedua prajurit yang gugur bernama berinisial Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10. Sementara prajurit yang dalam kondisi kritis adalah Kopda Marinir ES dari Yonmar 7.

Para korban telah segera dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. R. Oetojo Sorong di Kota Sorong untuk mendapatkan penanganan medis. Dalam peristiwa kontak tembak tersebut, dua pucuk senjata api milik prajurit juga dilaporkan dirampas oleh pelaku.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang hadir di Kota Sorong pada hari yang sama menyampaikan belasungkawa atas kehilangan dua putra terbaik bangsa. "Kita turut berbelasungkawa atas gugurnya mereka yang sedang menjalankan tugas untuk negara. Semoga para personel yang bertugas ke depan lebih berhati-hati agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya dalam keterangan yang dilansir Antara.

Kehadirannya bersama Bupati Maybrat merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat terhadap keluarga korban. "Kami hadir untuk memberikan doa serta dukungan moral kepada keluarga kedua prajurit yang gugur," tambahnya.

Gubernur mengungkapkan harapannya agar tidak ada lagi tindakan kekerasan yang mengorbankan nyawa manusia, tanpa memandang alasan apa pun. "Ke depan kita berharap tidak ada lagi peristiwa yang merenggut nyawa seperti ini," katanya.

Menurut dia, beberapa waktu terakhir telah terjadi serangkaian insiden serupa di wilayah Papua Barat Daya, termasuk di Kabupaten Tambrauw dan Maybrat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan konsolidasi bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.

"Kewajiban kita bersama adalah memastikan bahwa masyarakat turut berpartisipasi aktif dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif di wilayah ini," pungkasnya.

(red)