Home Polri DITEMUKAN TANPA TANDA KEKERASAN, POLISI DUGA KORBAN MENINGGAL KARENA SAKIT

DITEMUKAN TANPA TANDA KEKERASAN, POLISI DUGA KORBAN MENINGGAL KARENA SAKIT

26
0
SHARE
DITEMUKAN TANPA TANDA KEKERASAN, POLISI DUGA KORBAN MENINGGAL KARENA SAKIT

Penemuan Jenazah Warga Pamulihan di Villa Cikelet Menghebohkan Warga

GARUT, 1 APRIL 2026 – Masyarakat di wilayah Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, dikejutkan oleh penemuan seorang pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah villa atau tempat peristirahatan. Lokasi kejadian berada di Kampung Cikoer, RT 01 RW 07, Desa Cikelet, yang langsung mendapat penanganan serius dari pihak berwenang.

Korban diidentifikasi sebagai Rohaimin (50), seorang wiraswasta yang berdomisili di Kecamatan Pamulihan. Peristiwa naas ini terungkap setelah saksi mata menaruh kecurigaan melihat lampu penginapan yang masih menyala terang namun tidak ada tanda-tanda keberadaan penghuni.

Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi keluarnya cairan dari mulut dan hidung. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Cikelet serta tenaga medis dari Puskesmas setempat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi fakta dan data.

HASIL PEMERIKSAAN AWAL

Berdasarkan hasil identifikasi awal, diperkirakan korban telah meninggal dunia kurang lebih selama 12 jam sebelum ditemukan. Secara fisik, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan fisik maupun luka luar yang mencurigakan.

Dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, mengingat dari keterangan keluarga diketahui bahwa almarhum memiliki riwayat penyakit kronis pada organ lambung dan hati. 

“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, kami tidak menemukan unsur kekerasan. Kondisi fisik korban sesuai dengan keterangan keluarga yang menyatakan memiliki riwayat penyakit,” jelas Kapolsek Cikelet, Aktas Komalsyah Siregar, Rabu (1/4).

BARANG BUKTIN DIAMANKAN DAN DISERAHKAN

Dalam penanganan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang milik korban yang ditemukan di lokasi, di antaranya uang tunai sebesar Rp 15.515.000,- dan satu unit telepon genggam. Seluruh aset tersebut telah diserahkan secara resmi kepada ahli waris sebagai bentuk transparansi penanganan.

Pihak keluarga juga telah menyatakan penerimaan terhadap musibah tersebut dan secara hukum telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menolak dilakukannya otopsi jenazah.

Setelah proses administrasi dan teknis selesai, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Puskesmas Cikelet untuk dibawa ke rumah duka guna menjalani prosesi pemakaman sesuai adat dan agama.(red)