Home Kabar Daerah Kemarau picu sumur warga mengering, BPBD distribusikan air bersih untuk ratusan keluarga di Cibadak

Kemarau picu sumur warga mengering, BPBD distribusikan air bersih untuk ratusan keluarga di Cibadak

190
0
SHARE
Kemarau picu sumur warga mengering, BPBD distribusikan air bersih untuk ratusan keluarga di Cibadak

Targetperistiwa.my.id

SUKABUMI – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Sedikitnya 315 kepala keluarga (KK) yang berada di Kelurahan Cibadak dan Desa Sekarwangi kini kesulitan memperoleh air bersih setelah sumur-sumur warga mengering selama hampir tiga pekan.

Kondisi tersebut dipengaruhi menurunnya debit air akibat kemarau yang berkepanjangan. Situasi diperparah dengan penghentian sementara aliran irigasi Sungai Cimahi karena adanya pekerjaan perbaikan saluran, sehingga resapan air tanah yang selama ini menjadi sumber utama sumur warga ikut menyusut.

Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi bersama Relawan Rumah Zakat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak pada Kamis (2/7/2026). Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC), BPBD mengerahkan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, BPBD juga telah beberapa kali mengirimkan pasokan air ke Desa Sekarwangi karena kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup tinggi seiring belum pulihnya sumber-sumber air.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan dampak kekeringan tidak hanya dirasakan warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mulai memengaruhi sektor pertanian dan perikanan.

"Sumur warga sudah tidak mengeluarkan air. Sawah, kebun, hingga kolam ikan juga mulai terdampak kekeringan," katanya.

Di sisi lain, Ketua RW 21 Kelurahan Cibadak, Ucup, menjelaskan bahwa mayoritas warga selama ini mengandalkan sumur gali yang mendapat pasokan air dari resapan irigasi Sungai Cimahi. Ketika aliran irigasi dihentikan sementara untuk proses perbaikan, cadangan air tanah pun menurun drastis hingga menyebabkan sumur-sumur warga mengering.

"Kampung kami tidak memiliki sumur bor. Selama ini warga hanya mengandalkan sumur gali. Saat irigasi berhenti mengalir, pasokan air langsung berkurang dan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," ujarnya.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama musim kemarau masih berlangsung. Selain terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak, BPBD juga melakukan pemantauan di sejumlah daerah lain yang berpotensi mengalami kekeringan guna mengantisipasi meluasnya krisis air bersih.

Redaktur:Asep lodaya